Saturday 04th of September 2010
Home
Selamat Membaca
|
Reclaiming South Jakarta’s Sacred Streets |
|
|
|
|
Friday, 20 November 2009 22:00 |
|
Ismail Fajrie Alatas Those who live in South Jakarta would undoubtedly have experienced a traffic disruption on a Saturday night caused by a lengthy and extensive motorcade of youngsters dressed in white shirts, sarongs and skullcaps. They pervade the cityscape with flags and banners written in Arabic script unintelligible to many inhabitants of the capital. Behind them were several trucks overflowing with youth singing paeans to God and blessings to the prophet, accompanied by melodious drumming. To make this carnivalesque picture complete, stretches of road were filled with banners and billboards showing a picture of a man of Hadhrami extraction garbed in a colored robe and white turban. |
|
Last Updated on Saturday, 21 November 2009 18:46 |
|
Read more...
|
|
|
Penyelesaian Konflik Warisan Budaya |
|
|
|
|
Monday, 21 September 2009 22:52 |
|
Mahmud Syaltout Peneliti pada Centre de droit international, européen et comparé (CEDIEC) - Université Paris 5. Cordell Hull, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sekaligus penerima Nobel Perdamaian tahun 1945, tidak akan menyangka bahwa thesisnya "hanya perdagangan bebas dan neoliberalisme yang mampu mewujudkan perdamaian dunia dan mereduksi konflik antar Negara", ternyata gagal dalam kasus Indonesia-Malaysia. Hull tak pernah akan pernah menduga atas nama perdagangan bebas dan neoliberalisme Tari Pendet dipakai dalam promosi pariwisata Malaysia di TV, yang justru menimbulkan sebuah ketegangan baru, konflik warisan budaya. |
|
Last Updated on Monday, 21 September 2009 22:57 |
|
Read more...
|
|
|
Ulah Malaysia dan Ketidakpedulian Kita |
|
|
|
|
Sunday, 30 August 2009 10:42 |
|
Oleh Dr Oman Fathurrahman Lagi-lagi kita tersentak! Malaysia mengusik rasa kepemilikan kita atas berbagai khazanah budaya yang sudah kita warisi secara turun-temurun. Kali ini,tari pendet Bali yang menjadi pemicunya. Malaysia diyakini telah mengutil tarian itu dalam iklan Visit Malaysia Year 2009. Meski sudah ada permintaan maaf dari production house yang membuat iklan Enigmatic Malaysia itu, kita, kawan-kawan di Bali khususnya, telanjur sakit hati. Tak urung Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, yang notabene orang Bali,meradang dibuatnya. Budayawan Mohammad Sobari bahkan menyerukan diambilnya protes keras dan aksi diplomatik nyata oleh Pemerintah RI! |
|
Last Updated on Sunday, 30 August 2009 10:45 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 6 of 14 |
Humor Kita
Sumber Pustaka
msnbc.com Video Player
Powered by Copy Right KNU-ASK 2008.