Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Wawancara

Home “Pahami Jihad Secara Konstruktif”
Wawancara
Pengawasan Ceramah Perlu PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 01 September 2009 15:48

Oleh Ulil Abshar Abdalla

"SAYA meletakkan Islam pertama-tama sebagai sebuah ’organisme’ yang hidup; sebuah agama yang berkembang sesuai dengan denyut nadi perkembangan manusia. Islam bukan sebuah monumen mati yang dipahat pada abad ke-7 Masehi, lalu dianggap sebagai ’patung’ indah yang tak boleh disentuh tangan sejarah.”

Alinea itulah yang membuka tulisan Ulil Abshar Abdalla bertajuk ”Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam” dan dimuat di Kompas, 18 November 2002. Tulisan Ulil, ketika itu dia Koordinator Jaringan Islam Liberal, memantik reaksi keras dari sebagian kelompok Islam. Forum Ulama Umat Islam, misalnya, mengetuk palu fatwa mati bagi menantu KH A. Mustofa Bisri, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Thalibien, Rembang, itu.

Last Updated on Tuesday, 01 September 2009 15:54
Read more...
 
“Pahami Jihad Secara Konstruktif” PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 01 June 2009 11:29

Umat Islam selalu identik dengan kemunduran, keterbelakangan, dan kemiskinan yang dibentuk oleh “budaya” Islam dan masyarakat Muslim itu sendiri yang anti-kemajuan. Masalah kemiskinan yang melanda kawasan Islam dan kaum Muslim ini bukan semata-mata masalah “kultural”, tetapi juga problem “struktural” (misalnya menyangkut “kebijakan ekonomi”) di masing-masing negara yang berbasis umat Islam. Kalau kita kaitkan dengan jihad, bagaimana kita mesti memaknai jihad yang relevan untuk mengatasi masalah tersebut? Berikut perbincangan Reporter Center for Moderate Muslim Indonesia bersama Sumanto Al Qurtuby, Sekretaris Jenderal Komunitas Nahdhatul Ulama di Amerika Serikat dan Kanada, dan kandidat Ph.D. di Boston University:

Last Updated on Sunday, 22 November 2009 15:39
Read more...
 
“Nabi Tak Pernah Mengislamkan dengan Pedang” PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 01 May 2009 22:50

 Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya

Murid Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, yang lebih dikenal sebagai Habib Luthfi Pekalongan, tersebar ke berbagai daerah—bahkan mancanegara. ”Enggak bisa ngitung lagi,” kata Ketua Jam’iyyah Ahlith ath-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah, perkumpulan tarekat yang diakui (mu’tabar) di bawah Nahdlatul Ulama, ini.

Last Updated on Friday, 01 May 2009 23:04
Read more...
 
Ulama Aswaja Senantiasa Jaga Jarak Ummat dan Negara PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 25 February 2009 06:25
Wawancara dengan Prof. Robert W. Hefner  

Perdebatan tentang posisi keagamaan dan hak sipil dari kelompok Ahmadiyah semeskinya bukan menjadi akhir dari debat tentang bentuk hubungan agama dan negara dalam Indonesia era Reformasi, tapi awal dari pilihan serius yang menentukan ke depan. Perdebatan mengenai relasi agama dan negara mengalami pasang surut sejak masa kolonial hingga Orde Baru. Di masa Orde Baru pasang surutnya sangat ditentukan oleh rezim otoriter penguasa. Akankah era Reformasi ini melahirkan sebuah tawaran yang lebih baik? Bagaimana dengan peran ummat Muslim dalam proses ini? Suhadi Cholil, mahasiswa program doktoral di Radboud Universiteit Nijmegen Belanda, berkesempatan mewawancarai Prof. Robert W. Hefner, pemerhati Indonesia dari Boston University Amerika di sela-sela sebuah acara seminar di Universitas Oslo, Norwegia pada pertengahan Juni 2008.

Last Updated on Wednesday, 25 February 2009 07:50
Read more...
 


Humor Kita

Sumber Pustaka


Clock


msnbc.com Video Player

Powered by Copy Right KNU-ASK 2008.